Site icon CIC Sydney

Jangan Cuma Menerima Undangan—Datanglah dengan Hati yang Siap

Bacaan Injil Lukas 22:1-14

“Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

(Mat 22:14)

🙏Sejenak Merenung🙏

Umat CIC Sydney ytk, 

Yesus menggambarkan Kerajaan Surga seperti pesta perkawinan yang disiapkan seorang raja. Semua sudah disiapkan: hidangan tersedia, pesta menanti, dan undangan disebarkan. Namun, para undangan malah menolak datang. Ada yang sibuk dengan urusannya sendiri; ada pula yang mengabaikan, bahkan menyakiti para utusan.

Kisah ini dekat dengan hidup kita. Tuhan mengundang semua orang—tanpa melihat jabatan, harta, latar belakang, atau masa lalu. Everyone is invited. Kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam pesta Kerajaan-Nya: dalam Ekaristi, pelayanan, hidup beriman, dan kasih kepada sesama.

Tetapi, apakah kita menanggapi undangan itu dengan serius? Kadang kita berkata, “Nanti saja ikut misa,” “Nanti saja melayani,” atau “Nanti saja berdamai.” Kita terlalu sibuk mengejar banyak hal, sampai undangan Tuhan terdengar seperti gangguan. Jangan sampai Tuhan selalu menjadi pilihan terakhir setelah semua urusan kita selesai.

Dalam perumpamaan itu, raja akhirnya mengundang siapa saja yang dijumpai para hambanya—yang baik maupun yang tidak baik. Artinya, pintu Kerajaan Allah terbuka bagi semua. Namun, ada seorang tamu yang tidak memakai pakaian pesta. Ia sudah hadir, tetapi tidak menghormati makna undangan itu.

Pakaian pesta mengingatkan kita bahwa menerima undangan Tuhan juga berarti membiarkan hidup kita diubah. Kita tidak cukup hanya hadir secara fisik di gereja, memakai atribut rohani, atau mengaku sebagai orang beriman. Hati dan tindakan kita pun perlu mencerminkan kasih Kristus: berhenti menyebarkan kebencian, belajar mengampuni, jujur dalam pekerjaan, dan peduli kepada orang yang membutuhkan.

Grace is freely given, but it calls for a changed heart. Rahmat Tuhan diberikan dengan cuma-cuma, tetapi kita dipanggil untuk menanggapinya dengan hidup yang pantas. Bukan berarti kita harus sempurna lebih dahulu agar boleh datang kepada Tuhan. Justru kita datang karena membutuhkan rahmat-Nya—lalu membiarkan rahmat itu membarui diri kita.

Kita sudah diberi kesempatan dan dipanggil untuk mengambil bagian dalam pesta-Nya. Noli occasionem perdere—jangan sia-siakan kesempatan itu. Jangan hanya menjadi orang yang menerima undangan; datanglah dengan hati yang siap.

🌿Aplikasi dalam Keseharian 🌿

Umat CIC Sydney ytk, 

Minggu ini, mari bertanya dengan jujur:

* Apakah aku memberi Tuhan tempat yang layak dalam hidupku?

* Undangan Tuhan yang mana yang selama ini kutunda?

* Sikap apa yang perlu kuubah agar hidupku sungguh mencerminkan iman?

Pilih satu langkah nyata: kembali setia mengikuti Ekaristi, berdamai dengan seseorang, mengambil bagian dalam pelayanan, atau membantu sesama tanpa menunggu diminta.

🙏Doa🕊️

Tuhan, terima kasih karena Engkau terus mengundang kami masuk dalam pesta kasih-Mu. Ampunilah kami ketika terlalu sibuk, menunda-nunda, atau menolak panggilan-Mu. Kenakanlah kepada kami “pakaian pesta” berupa iman, kasih, kerendahan hati, dan kepedulian. Semoga hidup kami menjadi jawaban nyata atas undangan-Mu. Amin.

🌹Punchline Today🌷

Undangan Tuhan sudah sampai. Jangan cuma dibaca—jawab dengan datang dan berubah!

✝️Salam sukacita & Berkah Dalem – Mohan HS MSC💟

❤️Gaspol for Christ❤️

RP. Agustinus Handoko HS MSC

Chaplain to the Indonesian Community

193 Avoca St, Randwick NSW 2031

PO BOX 309, Randwick NSW 2031

Email: hanhanmsc@yahoo.com atau Chaplain@cicsydney.org

Exit mobile version